Sabtu, 06 April 2013

Pembentukan Kader Anti Narkoba


Sebagai tindak lanjut kerjasama dan nota kesepahaman Badan Narkotika Nasional Propinsi (BNNP) Sulawesi Selatan dengan Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sulawesi Selatan, keduanya mengadakan kegiatan pembentukan kader anti narkoba.
Kegiatan tersebut berlangsung selama dua hari, tanggal 5 – 6 April 2013 yang dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Diniyah dan Pontren Kanwil Kemenag Sulsel, Drs. H. Abd. Wahid Tahir, MA. Pembukaan yang disaksikan oleh Kepala BNNP Sulsel, Richard M. Nainggolan dilaksanakan di Hotel Celebes Indah, Makassar, diikuti oleh 35 calon kader Anti Narkoba.
Di antara 35 peserta tersebut, 16 di antaranya adalah penyuluh Agama Fungsional Kemenag Kota Makassar, dan 8 penghulu Kemenag Kota Makassar.
Kegiatan pembentukan kader ini dirasakan oleh peserta sebagai kegiatan yang strategis seiring dengan semakin maraknya penyalahgunaan narkotika yang meracuni masyarakat, dan secara khusus merebak di Makassar seperti jamur di musim hujan.
Hal ini dibuktikan secara faktual oleh Kombes. Bambang Sukardi, SH., M.Si, salah seorang pemateri yang juga direktur Reserse Narkoba di Polda Sulsel, bahwa khusus di bulan Maret 2013, Polda Sulselbar berhasil mengungkap 108 kasus narkoba.
Acara yang berlangsung selama dua hari tersebut akan diakhiri dengan pengukuhan peserta sebagai kader anti narkoba BNNP Sulsel dan pemberoan sertifikat. (S.Rusmin)

Jumat, 06 April 2012

PERAN BARU PENYULUH AGAMA

I. Sebagai guru, berfungsi:
* membantu anggota untuk memiliki wawasan mengenai realitas saat ini
* mendorong agar terjadinya pergeseran pikiran secara mendasar
* menjadi fasilitator, coach, pada saat diperlukan
* memelihara tegangan kreatif

II. Sebagai pelayan
* terus berkomunikasi dan bersosialisasi
* memotivasi pengembangan visi pribadi
* senantiasa siap apabila dimintai bantuan utk memperlancar proses pembelajaran
* membedakan visi positif dengan visi negatif

III. Sebagai perancang
* membangun arsitektur sosial organisasi (visi misi, nilai inti dan tujuan)
* merancang kebijakan struktur dan strategi
* merancang proses pembelajaran yang berkesinambungan
(dari Workshop Pengembangan tugas Kepenyuluhan di Kawsan Indonesia Timur)

Strategi Pengembangan Kapasitas Penyuluh Agama di Indonesia


TUGAS POKOK KEMENAG

"Menyelenggarakan sebagian urusan pemerintahan di bidang keagamaan (PP No. 47 Th. 2009)"

VISI KEMENAG

Terwujudnya masyarakat Indonesia yang taat beragama, rukun, cerdas, mandiri dan sejahtera lahir batin.

Peran baru penyuluh:

  • menjadi pemimpin karismatik, bertransformasi dari label dai
  • menjadi guru kreatif di masyarakat
  • berubah menyesuaikan dengan fenomena saat ini, poleksusbudtek
  • menjadi administratur dalam pelaksanaan kegiatan keagamaan
  • menjadi kreator kerukunan


TUJUH DOSA MAUT

x

  1. Kaya tanpa kerja / wealth without work
  2. Niomat tanpa nurani/ pleasure without conscience
  3. ilmu tanpa karakter/ knowledge without character
  4. Bisnis tanpa moralitas/ commerce without morality
  5. sains tanpa kemanusiaan/ science without humanity
  6. Agama tanpa pengorbanan/ religion without sacrifice
  7. Politik tanpa prinsip / politics without principles